Kadang hidup butuh imajinasi negeri dongeng

Sabtu, 01 Maret 2014

Membuat Lencana Profil Facebook untuk Blog

Membuat Lencana Profil Facebook untuk Blog - Jika blog anda ingin dipasangi lencana Profil Facebook ikuti saja tutorial berikut, gunanya memperkenalkan Frofil Facebook anda di blog pribadi anda. Anda tinggal memasang Widget  pada sidebar blog anda.


Langkah-langkah untuk memasang Lencana Facebook di Blog anda adalah sebagai berikut:
1. Login ke akun facebook anda
2. Klik menu Profile
3. Lihat pada bagian kanan klik "Tambahkan lencana ke situs anda / Add s Badge to Your Site"


4. klik tulisan create badge
5. kemudian akan muncul halaman yang berisi:
--> layout : silahkan pilih vertikal atau horizontal tergantung space pada blog anda
--> Image : Javascript untuk aplikasi blogspot dan image untuk semua blog
--> Items : Silahkan pilih item yang akan anda masukkan ke widget profile facebook and
--> Kemudian Save

6. Kemudian akan muncul kode scriptnya, silahkan dicopy paste ke element halaman blog anda dengan cara seperti biasa Layout ->Add Gadget ->HTML/Javascript ->Save


Beragam lencana pilihan yang disediakan disana, diantaranya : Lencana profil, lencana suka, lencana foto, lencana halaman. Terserah lencana apa yang mau anda pasang, jangan lupa atur setingan yang telah disediakan disana.





Sekarang anda bisa memperluas jaringan anda bersama facebook dan blog anda.


Selamat Mencoba dan selamat Berkarya :)

Share:

Senin, 17 Februari 2014

Resensi Novel Tak Sempurna



Tak Sempurna



Judul                               : Tak Sempurna
Nama pengarang             : FAHD DJIBRAN & FADE2BLACK
Penerbit                          : kurniaesa
Jumlah halaman               : 245
Tanggal terbit                  : Februari 2013

Sinopsis :
Pendidikan senantiasa menarik untuk dibahas. Ia selalu mengundang perhatian berbagai kalangan. Baik yang secara langsung berkecimpung di dalamnya, maupun yang sering memposisikan diri sebagai pengamat. Segudang persoalan yang muncul di dalamnya, sering dikatakan orang tidak pernah selesai. Sayangnya, kebanyakan orang lebih senang untuk saling menyalahkan daripada ikut ambil bagian mencari penyelesaian.
            Sebagai bagian penting dari sitem pendidikan kita, sekolah memiliki posisinya tersendiri. Kita sering terlena dengan mimpi-mimpi ideal yang dijanjikan olehnya. Tentang masa depan kita dan anak-anak kita, tentang pengembangan diri, dan segudang harapan lainnya yang sengaja kita percayakan pada lembaga bernama sekolah. Padahal, sekolah menyimpan sejuta persoalan yang sebenarnya layak kita perhatikan. Kita sepakat bahwa ilmu pengetahuan itu penting, namun benarkah hanya dapat diperoleh dari sekolah?
            Salah satu persoalan yang sering menjadi bahan perbincangan adalah kasus tawuran pelajar. Persoalan yang sudah lama dihadapi bangsa kita ini, hampir bisa dipastikan belum dapat diselesaikan. Anak-anak kita yang berubah menjadi beringas, keji, dan tidak kenal perikemanusiaan, seolah sengaja dibiarkan. Hampir semua orang sibuk mengurusi diri masing-masing, termasuk orang tua siswa itu sendiri. Lalu, semua pihak larut dalam sikap menyalahkan anak-anak yang sedang “kesetanan” itu, tanpa usaha mendudukan persoalan dengan apa adanya.
Fahd Djibran, melalui novel yang digarap bersama seniman Bondan Prakoso & Fade2Black berusaha memotret pendidikan dari sudut pandang yang masih jarang digunakan. Novel berjudul “Tak Sempurna” ini berusaha memandang pendidikan kita apa adanya. Kita diajak meninjau kembali keberadaan lembaga bernama sekolah, lalu menentukan sikap terhadapnya.
            Novel ini mengisahkan seorang remaja bernama Rama. Dia dengan jujur menceritakan apa yang dialaminya, serta segala sesuatu yang bersinggungan dengannya. Dia hidup di suatu kota, yang mana anak-anak dibesarkan di tengah keluarga yang tak memberikan kasih sayang, kehidupan bermasyarakat yang tak memberi harapan, dan kehidupan bernegara yang tak menjanjikan apa-apa kecuali perang-perang politik kepentingan memuakkan. Di sana, sulit sekali menemukan contoh dan teladan yang baik.
            Sekolah menjadi sekadar tempat “penitipan anak” bagi orangtua yang sibuk atau “tempat pembuangan anak” bagi orangtua yang tak peduli pada mereka. Guru-gurunya yang selalu memaksakan kehendak, tidak memahami siswa, dan belum mampu menjadi sosok yang betul-betul layak menjadi tauladan utama. Hal ini disambut oleh kekecewaan siswanya dengan perilaku aneh. Seperti perkelahian, tawuran, bahkan narkoba, dan masih banyak lagi.
            Dalam novel ini, Fahd Djibran mengangkat hal-hal yang sudah biasa kita temui. Lalu menawarkan sudut pandang baru yang membuat kita tercengang. Tentang rumah misalnya. Ia tidak memandang rumah sekedar benda mati, yang selama ini sering dijadikan orang hanya sebagai tempat tidur, berangkat dan pulang. Tetapi, lebih dari itu, rumah menyimpan cinta dan kenangan.
Kelebihan :
Kelebihan dari novel ini adalah penulis ingin menyampaikan berbagai kritikan terhadap realitas sosial yang sering kita hadapi. Dan memandang berbagai persoalan yang terjadi tidak dengan sebelah mata.
Kelebihan lain dari novel ini adalah kehadiran lirik-lirik lagu Bondan Prakoso & Fade2Black, serta selingan-selingan lain yang relevan. Hal ini membuat pembaca –terlebih kalangan remaja- tidak jenuh.
Kekurangan :
Namun, masih terdapat kesalahan-kesalahan pengetikan. Cerita yang diungkapkan juga terlalu terbuka, banyak kata yang tak patut ditulis.
Rekomendasi :
            Novel ini menjadi masukan penting bagi sekolah, dunia pendidikan, dan bangsa kita pada umumnya. Semoga kita menjadi tersadarkan, bahwa masih banyak pemuda dan pemudi kita yang harus kita tolong dan selamatkan. Semua ketimpangan ini bukan untuk kita cerca, namun kita perbaiki.
Share:

Jumat, 31 Januari 2014

Puisiku


Dulu
Tema : Persahabatan

Galau,
Sedih,
Kangen,
Rindu,
Bahagia,
Perasaan itu selalu muncul
Teringat saat kita bersama
Saat kita bercanda
Apakah masa-masa itu kan terulang kembali

Detik demi detik ku lalui
Dan kenangan itu makin lama
makin hilang terbawa waktu

Kawan,
Dirimu bagai setitik bintang
Meski tak seterang mentari
Namun kau tetap berarti

Seperti apakah engkau sekarang
Masih ingatkah dirimu denganku
Samakah rasa rindu yang ku miliki

Disini aku, masih sama seperti yang dulu
Berharap kau bisa melihatku
Melihat tulusnya kasihku
Meski semua itu hanya harapan palsu
Dan tertulis dalam puisi rindu
Share:

Resensi BENABOOK




Judul      : Benabook
Penulis   : Benazio Rizki (
@Benakribo)
Penerbit: Bukune
Terbit     : 2013
Halaman: xii + 284
Ukuran   : 14 x 20 cm
Gue bisa baca buku ini karena pinjem dari temen. Ceritanya begini dia bawa buku itu ke sekolah dan dibaca oleh temen gue yang lain karena gue orangnya "kepo" dan suka baca jadi gue nanya-nanya soal buku itu. Awalnya gue tertarik banget sama sampulnya. Lalu gue harus ngantre berhari-hari buat bisa baca buku itu. Penantian gue nggak sia-sia akhirnya gue bisa baca buku itu, tentu seizin yang punya. (#SokDrama)
Sinopsis :
Secara isi, lumayan menghibur. Isi ceritanya tentang kehidupan Bena dari kecil sampai dia jadi penulis dan bloger seperti sekarang ini. Lingkup ceritanya lebih banyak tentang kehidupan sekolah, pergaulan, dan percintaan dia. Semua itu berhasil dia kemas dengan unik, sebenarnya sih bukan unik, tapi Bena style. Pokoknya lucu dan bikin ketawa. Ternyata dia juga bikin buku ini karena terinspirasi dari idolanya, yaitu Raditya Dika.

Kelebihan:
Buku ini full ilustrasi dari awal sampai akhir. Terkadang kehadiran ilustrasi inilah yang justru menjadi sumber kelucuannya. Pokoknya saling mendukung, lah.
Trus, percaya atau nggak, buku ini full color. Buku ini penuh warna, baik tulisannya yang berwarna, atau gambarnya yang berwarna, atau kertasnya yang dibikin print block warna.Ga tau tuh, percetakannya rugi nggak. Sampul depan dan belakangnya juga di desain sedemikian rupa buat menarik pembaca, dan menurut gue itu berhasil banget. Di buku ini juga tersedia game-game yang bisa dicoba, jadi saat baca nggak ngebosenin.

Selain desain bukunya yang menarik, kelucuan ceritanya juga bikin kelebihan lain dari buku ini. Di bagian akhirnya Bena menghadirkan sedikit petuah-petuah yang bikin kita termotivasi olehnya. Ada juga cerita-cerita inspiratif dari para pembaca BENABOOK. Pokoknya ga bakal bosen deh baca buku ini dari awal sampai akhir.

Kelemahan:
Ceritanya sih, menurut gue terlalu meniru banget sama Raditya Dika (walau banyak juga yang dibuat dengan gaya Bena sendiri). Atau memang dia sangat kagum sama Radith kali ya?!

Rekomendasi:
Sebelum menulis buku, Bena lebih aktif di dunia blogging. Di buku ini, Bena menyisipkan trik and tips buat jadi bloger yang sukses. Jadi buat kalian yang suka ngeblog dan berharap suatu ketika tulisan kalian bisa dibukukan, ga salah untuk menemukan jalanmu dibuku ini.
Secara umur, buku ini lebih cocok buat kalangan remaja. Tapi buat penghobi nulis atau bloging atau cerita lucu, ga ada batasan usia asalkan alirannya sama.
Buku ini juga menghadirkan tips dan trik buat para pelajar. Menghadirkan kesan masa remaja yang beda.

Buat para 4L@y, silahkan baca buku ini. Karena Anda dihargai di buku ini.
SELAMAT MEMBACA!!!
Share:
Blue Fire Pointer

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.