BROTOWALI
Nama ilmiah : Tinospora crispa (L.) Miers
. atau Tinospora Rumphii atau Tinospora Tuberculata
Family :
Menispermaceae
Nama
daerah/lain : Andawali,
antawali, bratawali, putrawali atau daun gadel
Brotowali tumbuhan liar di hutan, ladang atau
ditanam di halaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai
tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang
sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal,
bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip,
panjang 7 - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk
tandan semu. Diperbanyak dengan stek.
KHASIAT PENGOBATAN :
1.
Rematik
Cuci dan rebus satu jari batang brotowali
dengan 3 gelas air hingga tersisa 1½ gelas. Setelah dingin disaring dan
ditambah madu secukupnya. Minum sehari 3 @setengah gelas.
2.
Demam Kuning
Cuci dan rebus satu jari batang brotowali
dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas . Diminum dengan madu secukupnya
sehari 2 kali, @setengah gelas sekali minum.
3.
Demam
Rebus 2 jari
batang brotowali dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas. Setelah dingin
minum dengan madu secukupnya sehari 2 kali, @setengah gelas sekali minum.
4.
Kencing Manis
Cuci dan rebus
1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing,
dan 6 cm batang brotowali dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas. Diminum
sehari 2 kali setelah makan, satu gelas sekali minum.
5.
Kudis
Tumbuk halus 3
jari batang brotowali dan belerang sebesar kemiri. Setelah ituitu remas dengan
minyak kelapa seperlunya . Ramuan di balurkan pada kulit yang terserang kudis
sehari 2 kali
6.
Luka
Tumbuk daun brotowali . Tempelkan pada luka dan
ganti 2 kali setiap hari. Cuci luka dengan air rebusan batang
7.
Badan gatal-gatal
Mandi dengan air rebusan sejengkal batang
brotowali















